Aku berada di tepi pantai
menatap perahumu menjauh
menjerit tanpa suara
berkali ku panggil namamu
aku masih bisa melihat kau menoleh ke arahku
namun mengapa kau tetap berlabuh
ku paksakan diri tuk melihat mu
meski air mata kaburkan pandanganku
perahu itu dulu kita naiki berdua
arungi lautan cinta bernaung langit kebahagiaan
hingga suatu saat
badai goncangkan janji setia
hempaskan ku jauh dari mimpi ku
kau pergi
jauh
membentuk titik
tak dapat ku lihat dengan jelas lagi
aku disini
menyaksikan mu pergi
berharap kau kan kembali
mengajak ku serta
naiki perahu itu lagi
tapi
itu tak mungkin...
**
No comments:
Post a Comment