mungkin kata itu kurang tepat
tapi aku tak menemukan kata lain tuk gambarkan isi fikiranku
tadi ku coba bayangkan seperti apa bentuknya
yang terlintas adalah gambar akuarium penuh isi dalam air yang keruh
haha.. terdengar terlalu lebay kata anak jaman sekarang
ku tengok ke luar jendela
sudah sore rupanya
masih saja kaki ini mondar-mandir seenaknya
seperti tak peduli kecamuk di kepalaku
sejenak ku pandangi langit senja yang mulai memerah
tentu saja mengikuti gaya dalam film atau cerita yang ku tau
berharap menemukan.. entah apa.. haha
sekejap memang sebentar saja ku pandang langit
tak lama mataku sakit melihat langit yang merah itu
cepat ku tutup tirai jendela dengan sedikit memaki tentunya
pemandangan dalam ruangan ini pun membuat aku terpesona dalam bingung
cangkir, piring, abu rokok dan cucian kotor berlomba mengisi tempat kosong di lantai
sementara di meja telah sesak dengan buku dan asbak yang isinya sudah berceceran
ahaa..!
akhirnya ku temukan tempat di sudut sana yang masih layak duduk
ku sambar telfon-genggam dan beranjak ke sudut itu
tit.. tot.. tit.. tot..
. . .
ternyata dia sedang bisu alias tidak bisa keluar
ingin ku banting tapi rasanya sayang sekali
haha..
akhirnya aku bernyanyi
ya.. menyanyi adalah hobiku
entah berapa lagu sangat ku kuasai.. liriknya..
dan sore ini ku putuskan menyimpan nyanyianku dengan alat perekam
la.. la.. syubidubidubam..
hatiku jadi senang sekali sore ini
dengan semangat '45 ku dendangkan lagu kesukaanku
sesekali merasuk jiwa diva dalam benakku
membuatku semakin menjadi-jadi saja
hingga ku lihat alat perekam itu sudah berhenti merekam.. entah sejak kapan
dan ku putuskan tuk berhenti bernyanyi
ku rasakan keringat meluncur dari segala penjuru tubuhku
bajuku pun telah basah bercampur hawa semerbak yang kurang enak
mungkin tadi aku menyanyi terlalu semangat.. atau emosi?
haha.. lebih baik aku mandi
entah kenapa aku ingin mendengar suaraku yang tadi ku rekam
ku putuskan mendengarnya dulu sebelum mandi
sambil membereskan ruangan mumpung semangat masih tinggi
baiklah.. mulai..!
meja dan penghuninya sudah beres
lantai, tempat tidur, dan lemari rapi sudah..
maksudku, rapi menurut pengamatanku atau paling tidak kata 'mendingan' mungkin lebih tepat
haha..
ku banting tubuh lelahku ke atas kasur
sebentar saja istirahat sebelum mandi fikirku
lagipula aku ingin fokus dengarkan nyanyianku tadi
dan alat perekam kembali berputar
. . .
astaga!
apa benar itu suaraku?
mengapa terdengar meraung-raung?
kadang seperti suara pintu terbuka yang engselnya berkarat
dan saat imaginasi diva datang malah terdengar seperti suara kaleng yang diseret
meledak tawaku dalam keterkejutan
bagaimana mungkin..
aku pernah 5 kali naik panggung dadakan
kasihan sekali yang menontonku waktu itu
haha..
masih tertawa dan sedikit malu ku sambar handuk kumalku dan bergegas mandi..

No comments:
Post a Comment