langit kelabu
saat ku kembali ke peraduan
semburat merah
masih mengintip di sela jendela
hatiku tergerak untuk beranjak
bersandar pada beranda yang basah
aku melihat
kenangan demi kenangan
pada tiap tetes air yang jatuh
aku melihat
air itu menjadi genangan
membentuk semburat wajahmu
kau
seperti hujan
yang tak pernah bisa ku genggam
begitupun kehadiranmu
selalu hilang dalam genggamanku
aku hanya bisa
merasakan kau ada
begitu nyata
begitu dekat
namun begitu
berlama-lama diterpa hujan
aku sakit karenamu
kau ... meninggalkan luka
dan kau akan kembali datang
untuk kemudian pergi
sampai kamu
tak menginginkanku lagi
sampai aku
tak mengharap lagi
namun di senja ini
di bawah hujan
dari langit yang kian kelam
aku masih merasakan mu
... masih ingin menggenggam mu
No comments:
Post a Comment